Inter Milan Belum Layak Disebut Tim Terbaik di Eropa

Inter Milan Belum Layak Disebut Tim Terbaik di Eropa – Antonio Cassano memberi kritikan keras ke Inter Milan. Ia memandang Nerazzurri terbaik di Serie A, tetapi belum oke di Liga Champions.

Club sepak bola asal Italia itu memang pernah berjaya di zaman kepelatihan Jose Mourinho pada musim 2009/2010. Pada waktu itu, mereka sukses memenangi Liga Italia, Coppa Italia dan Liga Champions.

Tetapi, sesudah musim itu mereka kesusahan untuk memenangkam titel juara di liga lokalĀ Bandar Slot Terpercaya dan panggung Eropa. Namun, Inter Milan kelihatannya musim 2020/21 mempunyai potensi besar untuk memenangi piala Liga Italia. Masalahnya saat sebelum interval internasional mereka sanggup geser Rossoneri dari pucuk klassemen dan tetap bertahan di dalam posisi pertama dengan mengumpulkan 65 point.

Musim ini, club team biru hitam bermain di Liga Champions. Sayang, cara mereka cuman sampai penyisihan group. Bergabung dengan Real Madrid, Borussia Monchengladbach dan Shakhtar Donetsk di group B. Team bimbingan Antonio Conte justru kesusahan untuk mencetak kemenangan saat menantang dua club paling akhir.

Baca Juga: Manfaat Besar Dari Rajin Membaca Artikel Judi Slot Online

Bahkan juga Inter Milan cuman sanggup menuai satu kemenangan dan hasilnya mereka ada dalam dasar klassemen group B Liga Champions. Dengan catatan itu, karena itu membuat Antonio Cassano marah.

Bicara ke mass media, Antonio Cassano menjelaskan hari ini team garapan Antonio Conte sebagai yang paling kuat di Italia dan hasilnya bisa juga telah disaksikan.

Namun, Agen Slot Terlengkap Antonio Cassano mengaku kecewa dengan performa bekas timnya di Liga Champions dalam dua musim paling akhir. Ia menerangkan bukan team seperti Barcelona atau Bayern Munchen yang sanggup finish di atas mereka, tetapi Borussia Monchengladbach. Menurut dia, club asal Liga Jerman itu memberi pelajaran yang bernilai dalam sepak bola.

Antonio Cassano makin marah karena saat Inter Milan menantang Shakhtar Donetsk mereka ditahan seimbang 2x di Liga Champions. Hingga beberapa orang di Italia berasa terpukul dengan performa mereka di panggung Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *